Paksa Klik Iklan Pada Blogger UNTUK MENUTUP IKLAN

07/11/10


 TAFSIR  SURAT AN NISSA’ AYAT 38

Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya297 kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya. ( QS. An-Nissa 38 )

297) Riya ialah melakukan sesuatu karena ingin dilihat dan dipuji orang.

Asbabunnuzul

Ibnu Jarir mengetengahkan dari jalur Ibnu Ishak dari Muhammad bin Abu Muhammad dari Ikrimah atau Said dari Ibnu Abbas, katanya, "Kardum bin Zaid yakni sekutu dari Ka'ab bin Asyraf, bersama Usamah bin Habib, Nafi' bin Abu Nafi', Bahri bin Amr, Huyay bin Akhtab dan Rifa'ah bin Zaid bin Tabut datang kepada beberapa lelaki Ansar memberi mereka nasihat, kata mereka, 'Jangan belanjakan harta kalian. Kami khawatir kalian akan ditimpa kemiskinan habisnya harta itu. Dan jangan buru-buru mengeluarkan nafkah, karena kalian tidak tahu apa yang akan terjadi!' Maka Allah swt. pun menurunkan mengenai mereka ini, "Yaitu orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia bersifat kikir...' sampai dengan firman-Nya, 'dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.'" (Q.S. An-Nisa 37-39)

Tafsiran ulama

Sebagaimana tercantum dalam ayat, ketika seseorang muncul dalam bentuk seorang teman dan mengeluarkan ajakan yang buruk "Ikutlah kepada kita, jalan yang benar" orang yang sebenarnya sedang digoda diharapkan masuk perangkap setan yang ditujukan untuk memujudkan mencapai tujuannya. Hal Ini ditetapkan sebagai berikut dalam ayat 38 dari QS An-Nisa, “Dan barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu teman yang seburuk-buruknya. (QS. 4:38)”. orang-orang yang Beriman harus berhati-hati untuk menghindari jatuh ke dalam perangkap tipu daya setan dan tahu semua perintah yang dikeluarkan oleh Allah. Karena orang-orang beriman bertindak dalam pengetahuan bahwa semua panggilan datang dari Allah dan melihat kebaikan dan keindahan yang besar dalam hal ini, Mereka menyadari bahwa mereka sedang diuji pada saat itu dan memilih jalur selaras dengan Al Qur'an. Dengan cara yang sama bahwa kita tidak sengaja melompat ke sebuah lubang di jalan atau masuk ke dalam amukan api, sehingga orang harus tidak menghiraukan bisikan-bisikan setan yang tidak pernah menyadari telah berjalan menyusuri jalan ke neraka yang telah mengundangnya.

Dengan membuat tidak ada alasan untuk mematuhi Allah yang telah diungkapkan secara nyata kebenaran tersebut dalam Al Qur'an, orang-orang beriman menyadari berbagai sarana yang Setan telah coba untuk mendekati mereka adalah ujian yang diciptakan oleh Allah dan segera mengambil bentuk perilaku yang terbaik sesuai dengan Qur'an. Mereka tahu bahwa satu-satunya cara untuk menjadi Hamba yang baik adalah dengan mematuhi Al-Qur'an dan Nabi kita (SAW), dan selalu berakhlak baik agar layak masuk surga.

Kontekstualitas

Sebagai seorang muslim kita sebaiknya berkawan dengan orang muslim. Islam tidak melarang kita untuk berkawan dengan siapapun tetapi alangkah baiknya kita perbanyak berkawan dan mencari teman sesama muslim,karena apabila kita berteman dengan sesama muslim yang baik maka kita ikut terbawa kepada hal-hal yang baik pula. Pada  modern ini banyak orang yang berkawan dan berteman hanya melihat  penampilan dan wibawa serta ketenarannya dalam duniawi melainkan bukan kerena ketaatan dalam beribadah maupun dalam akhlaq. Kesenjangan sosial dimasyarakat kita yang merupakan salah satu dari pencarian dalam berkawan. Anak petani berkawan dengan anak petani, anak seorang buruh berkawan dengan anak seorang buruh dan anak seorang pejabatpun bergaul dengan sesamanya. Secara umum banyak orang berkawan melihat secara fisik dan materi tanpa mengetahui latar belakang secara khusus berupa agama dan akhlak.  Berkawanlah dengan sesama muslim agar selalu bisa menjaga hati  kita dan berusaha untuk selalu membersihkan hati karena hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari syirik,dengki,dendam,kikir,sombong,cinta dunia,dan jabatan. Ia terbebas dari segala penyakit yang dapat menjauhkannya dari Allah,terbebas dai segala syubhat yang dapat menghalangi kebaikannya,dan terbebas dari nafsu yang bisa menghambat urusannya. Juga terbebas dari  keinginan yang mampu merintangi tujuannya,dan terbebas dari segala penghalang yang merintanginya dari Allah.

0 comments